Gw uda lama pengen posting tulisan ini. Sayangnya baru sempet sekarang gw ketik. Soalnya :
1. Gw baru beres UTS mamen!
2. Gw baru punya pulsa.
Jadi, gw baca di buku yang gw beli sekitar dua bulan yang lalu, 9 matahari.
Bukunya sendiri nyeritain seorang Matari, anak Jakarta yang kuliah di Bandung, perjuangan nya tuh bener-bener se benar-benar nya berjuang. Nah dari buku itu gw dapet serangkaian kata yang bisa nyemangatin gw, maybe some of you too.
Yang pertama, she was listening to a radio, then the announcer said,
"...orang hebat adalah orang yang bisa bersalaman dengan kesulitan. Jadi kalau kamu semua lagi punya kesulitan, hadapi! Jangan takut... Ibaratnya gini loh, kamu sudah memutuskan untuk menceburkan diri ke sungai maka pilihannya adalah terus berenang untuk sampai ke tepian dan meraih semuanya. Menyerah bukan pilihan untuk hidup. Karena menyerah cuma akan membuat kamu tenggelam di tengah sungai dan mati tanpa diketahui orang."
Pas baca kutipan itu pertama kalinya, gw langsung senyum. Bener banget ya. Menyerah, dalam keadaan lu yang seperti apapun, mau lu lagi belajar, lu lagi berusaha untuk memperbaiki diri, anything lah, itu ga pernah jadi sebuah pilihan, jadi jangan pernah berpikir untuk menyerah. Jangankan sebuah jalan, sebuah pilihan aja bukan.
(to be continued)
Tuesday, November 03, 2009
Saturday, October 17, 2009
Merah
aku ingin dengar desau angin malam itu lagi
aku ingin serap hangat sarung bersama lagi
di bawah bentangan sayap plastik bewarna biru itu lagi
di atas tanah dingin dengan tumpukan pakis itu lagi
berada di antara manusia-manusia serupa lagi
meneriakkan tawa yang meletuskan pepohonan lagi
cerita-cerita pengantar tidur yang berat dan bikin sangat mengantuk
aku ingin lihat lagi emasnya matahari pagi menimpa suatu lengkungan tinggi
dari sebuah bangun segitiga kain
aku ingin berjalan di tanah-tanah tinggi itu lagi
berbagi asupan mineral bersama lagi
makan energi batangan yang kusimpan dalam kantong lagi
menapaki batuan berair lagi
melesaki tanah berumput lagi
manangkap gambar-gambar bukti lagi
aku ingin sekali lihat pohon-pohon itu lagi
berpijak di atas ratu bebatuan yang bau lagi
berjuta bintang dari titik itu lagi
banyak sekali
menyanyikan untaian SYUKUR
berdoa di atas sana
bak mandi, kuangan kotak, makam
atau kerikil treadmill, bunga cantik
dan titik tinggi di sebelahnya, begitu agung
keindahan yang lalu
kehangatan yang dahulu
kebersamaan yang kemarin
kebanggaan itu
17okt09
aku ingin serap hangat sarung bersama lagi
di bawah bentangan sayap plastik bewarna biru itu lagi
di atas tanah dingin dengan tumpukan pakis itu lagi
berada di antara manusia-manusia serupa lagi
meneriakkan tawa yang meletuskan pepohonan lagi
cerita-cerita pengantar tidur yang berat dan bikin sangat mengantuk
aku ingin lihat lagi emasnya matahari pagi menimpa suatu lengkungan tinggi
dari sebuah bangun segitiga kain
aku ingin berjalan di tanah-tanah tinggi itu lagi
berbagi asupan mineral bersama lagi
makan energi batangan yang kusimpan dalam kantong lagi
menapaki batuan berair lagi
melesaki tanah berumput lagi
manangkap gambar-gambar bukti lagi
aku ingin sekali lihat pohon-pohon itu lagi
berpijak di atas ratu bebatuan yang bau lagi
berjuta bintang dari titik itu lagi
banyak sekali
menyanyikan untaian SYUKUR
berdoa di atas sana
bak mandi, kuangan kotak, makam
atau kerikil treadmill, bunga cantik
dan titik tinggi di sebelahnya, begitu agung
keindahan yang lalu
kehangatan yang dahulu
kebersamaan yang kemarin
kebanggaan itu
17okt09
Monday, October 12, 2009
Shameful
Someone's ashamed
Of her staircase
It is not worthed for her
Not that capacitied
Ashamed of what the stairs made of
Ashamed of what she didn't broke
No more no!
Of her staircase
It is not worthed for her
Not that capacitied
Ashamed of what the stairs made of
Ashamed of what she didn't broke
No more no!
Subscribe to:
Posts (Atom)
@nunnurul. Powered by Blogger.
